Rabu, 13 Oktober 2010

SARI AS-SAQATHI




Sari As-Saqathi adalah seorang sufi besar yang pertama Kali mengajarkan kebenaran mistik dan peleburan sufi dikota Bagdad. Kebanyakan syekh-syekh sufi dinegeri Iraq adalah murid-muridnya. Bahkan Junaidi Al-Bagdadi, tokoh sufi yang sangat terkemuka, selain kemenakannya adalah salah satu muridnya. Dan beliau meninggal dunia dalam usia 98 tahun, tepatnya pada tahun 253 H atau 867 M.

Mulanya Sari tinggal di kota Bagdad dimana ia mempunyai sebuah toko barang-barang bekas. Dan pada suatu pasar kota bagdad terbakar. Setelah api padam, ternyata toko Sari tidak termakan api. Mendapatkan kenyataan ini, ia kemudian menyerahkan segala harta bendanya kepada orang-orang miskin. Setelah itu, Sari mengambil jalan kesyufian.

Sebagai seorang tokoh sufi yang termasyhur, beliau sering sekali mengeluarkan ajaran yang bermutu tinggi. Diantaranya beliau pernah berkata, "Diantara makhluk ciftaan Allah, tidak ada yang lebih terlampau baik sehingga malaikat-malaikat sendiri iri kepadanya. Jika ia jahat maka ia terlampau jahat sehingga syetan sendiri malu untuk bersahabat dengannya. Alangkah mengherankan, manusia yang sedemikian lemah itu masih mengingkari Allah yang sedemikian perkasa!"

Sementara itu, mengenai keajaiban atau karamah Sari As-Saqathi, juga banyak dibicarakan orang. Salah satunya, dikisahkan.
Pada suatu hari Junaid Al-Baghdadi melihat Sari As-Saqathi mencucurkan air mata. Junaid bertanya kepadanya, "Apa yang terjadi?"

Sari menjawab, "Aku telah berniat bahwa malam ini hendak menggantungkan sekendi air untuk didinginkan. Didalam mimpi aku bertemu dengan seorang bidadari. Aku bertanya siapakah yang telah memilikinya dan iapun menjawab; Aku adalah milik seseorang yang tidak menggantungkan kendi. Setelah itu, si bidadari menghempaskan kendiku ke atas. Saksikanlah olehmu sendiri!"

Junaid melihat pecahan-pecahan kendi yang berserakan diatas tanah. Dan pecahan-pecahan itu dibiarkan saja disitu untuk waktu yang lama. Keajaiban lainnya misalnya sebagai berikut: Sari mempunya seorang saudara perempuan yang pernah meminta izin untuk kamarnya. Namun permintaan itu ditolaknya.

"Hidupku tidak patut diperlakukan seperti itu," kata Sari pada saudaranya itu.

Pada suatu hari ia memasuki kamar Sari dan terlihat olehnya seorang wanita tu sedang menyapu.

"Sari, dulu engkau tidak mengizinkan aku untu mengurus dirimu, tetapi engkau membawa seseorang yang bukan sanak familimu."

Sari menjawab, "Janganlah engkau salah sangka. Dia adalam penduduk alam kubur. Ia pernah jatuh cinta padaku, namun kutolak. Maka ia meminta izin kepada Allah Yang Maha Besar untuk menyertai diriku, dan kepadanya Allah memberikan tugas untuk menyapu kamarku."

Tidak ada komentar: