Kamis, 28 Oktober 2010

Benarkah Alien sebenarnya adalah Jin?

Alien adalah jin? Banyak orang akan tertawa membaca hal ini. Apakah mungkin
jin mengembangkan teknologi UFO? Dan, bukankah UFO atau alien itu datang
dari luar angkasa? Coba kalau kita lihat ke arah langit, bukankah begitu
banyak bintang di langit. Dan bukankah suatu hal yang mubazir bila di sana
tidak ada kehidupan?

Berhubung saya ingin menjelaskan kemungkinan bahwa alien adalah jin,
sementara referensi mengenai jin ini sangat terbatas dari Alkitab (Bible),
maka ijinkan saya untuk menggunakan Al Quran sebagai dasar referensi saya
untuk membahas masalah jin ini.
Kehidupan di bintang lain memang tak dapat dipungkiri. Sebagai halnya
kehidupan yang terjadi di bumi adalah karena kehendak Allah. Semua yang ada
di alam semesta ini diciptakan oleh Allah.

Al-Baqarah 2:117
Allah Pencipta langit dan bumi, dan bila Dia berkehendak (untuk
menciptakan) sesuatu, maka (cukuplah) Dia hanya mengatakan
kepadanya: "Jadilah!" Lalu jadilah ia.

Asy-Syuura 42:29
Di antara (ayat-ayat) tanda-tanda-Nya ialah menciptakan langit dan bumi
dan makhluk-makhluk yang melata Yang Dia sebarkan pada keduanya. Dan Dia
Maha Kuasa mengumpulkan semuanya apabila dikehendaki-Nya.

Kedua ayat suci dalam Al Quran ini menegaskan bahwa langit dan bumi adalah
ciptaan Allah dan dikeduanya, baik di langit dan bumi oleh Allah juga
diciptakan makhluk-makhluk melata (makhluk yang berjalan di permukaan tanah)
dan menghuni baik di langit (bintang/planet lain) maupun di bumi.

Oleh karena itu, bukankah mungkin saja UFO-UFO yang datang ke bumi ini
adalah "makhluk melata" yang berasal dari planet lain (extra terrestrial)?
Memang benar. Namun sampai sekarangpun belum bisa dipastikan dari mana
mereka (alien) berasal. Bisa saja dari luar angkasa, walau berbagai fakta
nampaknya melemahkan teori "extra terrestrial".

Dari kesaksian beberapa korban penculikan oleh aliens serta banyaknya fakta
tentang UFO yang meragukan dari sudut pandang ilmiah, menyebabkan orang
mulai memikirkan suatu kemungkinan bahwa UFO bukan berasal dari
"extra-terrestral" namun berasal dari dimensi lain (other-dimension) atau
istilah yang mulai dipakai saat ini adalah "ultra-terrestrial". Isitilah
"ultra-terrestrial" ini kalau dalam bahasa Indonesia lebih tepat dinamakan
"alam gaib".

Sejauh ini, makhluk gaib yang dikenal manusia ada tiga macam, yaitu:
1. malaikat
2. iblis
3. jin

Mengenai iblis, dari sudut pandangan agama Islam dan Kristen terdapat
perbedaan asal usulnya. Menurut doktrin agama Islam, Iblis adalah dari
golongan jin yang diciptakan dari api. Sementara menurut doktrin agama
Kristen, iblis semula adalah malaikat namun telah diusir dari surga karena
hendak mendurhakai Allah.

Penjelasan bahwa iblis adalah dari golongan jin adalah:

Al-A'raaf 7:12
Allah berfirman: "Apakah yang menghalangimu untuk bersujud
(kepada Adam) di waktu Aku menyuruhmu?" Menjawab iblis "Saya lebih
baik daripadanya: Engkau ciptakan saya dari api sedang dia Engkau
ciptakan dari tanah".

Al-Hijr 15:27
Dan Kami telah menciptakan jin sebelum (Adam) dari api
yang sangat panas.

Persamaan bahwa baik jin dan iblis diciptakan dari api, menunjukkan atau
menyimpulkan bahwa iblis adalah dari golongan jin.

Saya tidak mempersoalkan perbedaan asal usul iblis, namun saat ini, antara
malaikat dan iblis merupakan entity yang berbeda. Malaikat adalah makhluk
yang beriman kepada Allah serta senantiasa bertasbih dengan memuji Allah.
Malaikat tidak memiliki kehendak bebas "free will", mereka hanya menjalankan
apa yang menjadi perintah Allah. Berbeda dengan malaikat, iblis dan demikian
juga jin (termasuk manusia) memiliki kehendak bebas (free will). Kehendak
iblis adalah menyesatkan manusia. Apakah iblis bisa berketurunan?

Al-Kahfi 18:51
Aku tidak menghadirkan mereka (iblis dan anak cucunya) untuk menyaksikan
penciptaan langit dan bumi dan tidak (pula) penciptaan diri mereka
sendiri; dan tidaklah Aku mengambil orang-orang yang menyesatkan itu
sebagai penolong.

Menurut kepercayaan, jin berumur panjang dan memiliki kehidupan seperti
manusia namun berada di dalam dimensi yang lain. Jin mampu berketurunan dan
di antara mereka ada jin yang baik dan ada juga jin yang jahat. Menurut
pendapat saya, yang dimaksud dengan jin ini dalam Alkitab adalah "roh
jahat". Di sini dikatakan sebagai roh jahat adalah karena merupakan jin yang
jahat. Walau demikian, bisa saja pengertian "roh jahat" ini ditafsirkan
sebagai iblis secara langsung atau setan.

Kembali kepada pertanyaan, benarkah Alien sebenarnya adalah Jin? Sebenarnya
hal ini sangat mungkin sekali. Di hampir semua masyarakat di dunia, memiliki
kepercayaan akan adanya makhluk gaib atau "spiritual beings". Memang,
kepercayaan terhadap hal seperti ini lebih banyak dijumpai pada masyarakat
tradisional daripada masyarakat modern. Misalnya, di Indonesia dikenal
adanya jin, tuyul, kuntilanak, dan lain sebagainya. Orang Indian di daratan
Amerika juga mempercayai adanya makhluk-makhluk halus berupa roh yang
menjaga dan juga kadang ada yang mengganggu.

Sebelum menjawab pertanyaan, apakah alien adalah jin, sebenarnya perlu
dipertanyakan terlebih dahulu kepada diri kita masing-masing, apakah kita
percaya pada adanya makhluk hidup yang berada di dimensi lain atau yang
sering kita sebut sebagai alam gaib? Dan dimensi lain itu, menurut
kepercayaan banyak orang, sebenarnya juga berada di bumi ini.

Bagi orang yang skeptis, tentunya tidak mudah untuk mempercayai makhluk
gaib. Dan juga mereka tidak akan bisa menerima penjelasan dari sudut pandang
agama. Mereka membutuhkan suatu penjelasan atau bukti-bukti yang benar-benar
ilmiah, fisikal dan dapat dirumuskan secara pasti.

Dasar Pemikiran Alien adalah Jin
========================
Bila kita mempercayai adanya jin atau makhluk halus, maka kita akan
bertanya, di manakah mereka berada. Menurut kepercayaan, jin adalah makhluk
yang menghuni bumi dan diciptakan sebelum Adam.

Al-Hijr 15:27
Dan Kami telah menciptakan jin sebelum (Adam) dari api yang sangat
panas.

Apa tujuan Allah menciptakan jin?

Adz-Dzaariyaat 51:56
Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka
mengabdi kepada-Ku.

Namun pada prakteknya, di jaman dahulu (dan juga masa kini), ada manusia
yang menyembah jin.

Sabaa' 34:41
Malaikat-malaikat itu menjawab: "Maha Suci Engkau. Engkaulah pelin-
dung kami, bukan mereka; bahkan mereka telah menyembah jin1243); ke-
banyakan mereka beriman kepada jin itu".

Apakah jin mampu mengembangkan teknologi luar angkasa?

Al-Rahmaan 55:33
Hai jama'ah jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus
(melintasi) penjuru langit dan bumi, maka lintasilah, kamu tidak
dapat menembusnya kecuali dengan kekuatan.

Di sini kita bisa melihat bahwa hakekat jin sebenarnya tidak berbeda dengan
manusia. Keduanya adalah makhluk ciptaan Allah, keduanya mampu berketurunan
dan bisa mati (hanya saja jin umurnya lebih panjang dan khusus untuk iblis
waktu kematiannya ditangguhkan hingga akhir jaman), keduanya membutuhkan
kekuatan (teknologi) untuk menembus langit dan bumi. Di sini ada suatu
pemikiran, bahwa menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi ini,
sebenarnya bisa juga diartikan sebagai menembus ke dimensi lain, yaitu
dimensi langit dan dimensi bumi (manusia).

Menurut cerita beberapa orang yang mengaku bertemu dengan jin, maka kita
bisa menyimpulkan bahwa beberapa jin (tidak semua), memiliki kemampuan untuk
masuk ke dimensi manusia. Dan menurut pengalaman beberapa paranormal yang
mengaku dapat berjalan-jalan ke alam jin, menunjukkan bahwa manusia juga
dapat masuk ke dimensi jin.

Dan bila hal ini memang benar, bahwa jin bisa memasuki dimensi manusia, maka
bisa saja kehadiran mereka itu dianggap alien oleh manusia. Dan karena
mereka adalah makhluk yang asing dan aneh, sementara orang mungkin tidak
berpikir akan adanya kemungkinan kehidupan di dimensi lain, maka alien itu
akan dianggap berasal dari planet lain.

Beberapa korban kasus alien abduction menceritakan bahwa mereka melihat
alien menembus tembok, tiba-tiba muncul dan menghilang, menunjukkan bahwa
gejala seperti itu tidak berbeda dengan fenomena pemunculan jin.
Persoalannya, menurut saya, jin juga mengalami perkembangan teknologi dan
kebudayaan. Seperti halnya manusia, perkembangan teknologi di antara negara
berbeda-beda. Ada yang masih memakai tombak, tapi ada juga yang sudah pakai
rudal. Demikian juga bangsa jin, menurut saya, bisa saja jin yang ada di
Indonesia, berbeda dengan jin yang ada di Eropa atau Amerika, misalnya.

Banyak ahli psikoterapis yang menangani kasus alien abduction akhirnya
berkesimpulan bahwa alien yang menculik manusia merupakan suatu pekerjaan
dari "spiritual beings" atau makhluk halus. Ini menjelaskan kenapa ada yang
diculik pada jam 09.00 dan dikembalikan jam 09.00 juga. Padahal mereka
merasa berjam-jam ketika diculik. Bahkan ada kasus yang unik, korban
penculikan diambil jam 9.00 namun dikembalikan jam 7.00. Jadi, kasus-kasus
seperti ini merupakan kasus perpindahan dimensi, di mana dimensi waktu kita
bisa saja berbeda dengan waktu di dimensi lain.

Menurut kepercayaan, bentuk dan macam jin beraneka ragam, salah satunya
adalah jin yang dapat terbang. Apakah mereka ini yang dimaksud dengan UFO?
Dan apakah ini ada kaitannya dengan ayat dalam Surat Paulus kepada jemaat di
Efesus: "karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi
melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan
penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara." (Ef
6:12)

Tidak ada komentar: